JAKARTA – NASIONAL NEWS CHANNEL|| Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menghasilkan 10 rekomendasi strategis sebagai arah kebijakan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, forum nasional tersebut menjadi wadah konsolidasi pemerintah kota dalam merumuskan solusi pembangunan perkotaan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan dari berbagai forum selama pelaksanaan Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan bahwa seluruh rekomendasi merupakan hasil konsolidasi aspirasi pemerintah kota dari seluruh Indonesia yang menghadapi beragam tantangan pembangunan, mulai dari persoalan fiskal hingga transformasi pelayanan publik.
Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam mengelola berbagai persoalan di lapangan sehingga masukan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah pusat.
Sepuluh Rekomendasi Strategis
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sepuluh rekomendasi utama yang menjadi agenda bersama pemerintah kota, yaitu:
Penguatan kapasitas fiskal daerah serta reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Penataan kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta peningkatan fleksibilitas belanja daerah.
Penguatan tata kelola Program Strategis Nasional (PSN) di daerah.
Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi pelayanan publik.
Penguatan ketahanan lingkungan serta pembangunan kota yang berkelanjutan.
Penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.
Penguatan tata ruang, kerja sama antardaerah, serta pembangunan kewilayahan.
Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi bagi pemerintah daerah.
Pelibatan generasi muda dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan kota.
Rekomendasi tersebut menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi bencana, tetapi juga dari kekuatan fiskal, kualitas pelayanan publik, transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, hingga kemampuan membangun ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wamendagri: Rakernas Jadi Forum Mencari Solusi Bersama
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, bertukar praktik terbaik, dan menyusun solusi bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Menurut Bima, di tengah keterbatasan fiskal daerah, dinamika geopolitik global, serta tantangan ekonomi nasional, kolaborasi antarpemerintah daerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Sepuluh Rekomendasi Strategis
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sepuluh rekomendasi utama yang menjadi agenda bersama pemerintah kota, yaitu:
Penguatan kapasitas fiskal daerah serta reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Penataan kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta peningkatan fleksibilitas belanja daerah.
Penguatan tata kelola Program Strategis Nasional (PSN) di daerah.
Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi pelayanan publik.
Penguatan ketahanan lingkungan serta pembangunan kota yang berkelanjutan.
Penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.
Penguatan tata ruang, kerja sama antardaerah, serta pembangunan kewilayahan.
Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi bagi pemerintah daerah.
Pelibatan generasi muda dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan kota.
Rekomendasi tersebut menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi bencana, tetapi juga dari kekuatan fiskal, kualitas pelayanan publik, transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, hingga kemampuan membangun ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wamendagri: Rakernas Jadi Forum Mencari Solusi Bersama
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, bertukar praktik terbaik, dan menyusun solusi bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Menurut Bima, di tengah keterbatasan fiskal daerah, dinamika geopolitik global, serta tantangan ekonomi nasional, kolaborasi antarpemerintah daerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
(Redaksi NASIONAL NEWS CHANNEL | Sumber: INDONESIA NEWS CHANEL Group)












